IkanQ
Islamic Calendar
Islamic Clock
Laman
Imran WikiaAnisa. Diberdayakan oleh Blogger.
Entri Populer
-
A. Ilmu Grafologi Setiap orang pasti memiliki karakter sendiri yang membedakannya dari orang lain. Pada dasarnya, karakter manusia dapat d...
-
Metabolisme etabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, ...
-
Keajaiban Sel Awalnya Hanya Bersel Satu Makhluk hidup bersel satu yang tak terhitung jumlahnya mendiami bumi kita. Semua makhluk bersel sat...
Pengikut
Pages
Selasa, 22 Maret 2011
Grafology
A. Ilmu Grafologi
Setiap orang pasti memiliki karakter sendiri yang membedakannya dari orang lain. Pada dasarnya, karakter manusia dapat dibaca melalui berbagai hal. Tatapan, tanda tangan, dan tulisan tangan, merupakan contoh perantara membaca karakter manusia. Melalui tulisan tangan, karakter, sifat, dan berbagai ciri dari seseorang dapat diketahui. Setiap tulisan yang di buat oleh seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut. Karakter baik dan buruk, dapat dibaca oleh ahlinya berdasarkan tulisan tangan seseorang. Hal ini disebabkan tulisan tangan berasal dari otak manusia. Tulisan tangan terbentuk dari rangsangan kecil dari otak sehingga sering sekali para ahli grafologis menyebut tulisan tangan adalah “tulisan otak.”
Saat kita menulis sebenarnya tangan kita hanya sebagai alat untuk memegang pena. Gaya tulisan kita itu berasal dari pikiran bawah sadar kita. maka bisa dikatakan bahwa tulisan bisa mengungkapkan berbagai perasaan emosi si penulisnya. Menurut Sri William Flerseher, tulisan tangan mencerminkan keperibadian, seperti sidik jari membuka kepribadian seseorang. Tentu saja untuk mengetahuinya tidak mudah, ada ilmu khusus untuk membaca rahasia dibalik tulisan tangan yang dikenal dengan graphology. Grafologi berasal dari kata (graf=goresan; logos=ilmu). Grafologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya. Grafologi merupakan sebuah ilmu yang empirik, karena ilmu ini dibuktikan berdasarkan fenomena dalam satu populasi dan ada kuantifikasi hasil atau ada hasil dari uji statistik yang bisa dipertanggungjawabkan. Kegunaan grafologi bisa kita lihat sejak 6000 tahun yang lalu, di masa Cina kuno. Pengetahuan mereka berpindah ke orang Yunani dan Romawi, dan Kaisar Nero menggunakannya untuk menentukan orang yang bisa ia percaya (Alim, 2010).
Buku pertama yang muncul tentang tulisan tangan ditulis oleh orang Italia, Camillo Baldi pada tahun 1622. Namun, kata ‘grafologi’ sesungguhnya diungkapkan oleh Jean Michon, orang Perancis, pada abad ke-19. Kata tersebut datang dari bahasa Yunani ‘graphí’ yang berarti menulis, dan ‘ology’ yang berarti ilmu. Grafologi dipelajari di Klinik Psikologi Harvard tahun 1930 oleh Gordon Allport, dan pada tahun 1955 Klara Roman dan George Staemphli mengembangkan faktor-faktor penting untuk menilai karakter dari tulisan tangan. Di banyak universitas Eropa, grafologi adalah bagian dari kurikulum untuk jurusan grafologi (Manza, 2010).
B. Pemanfaatan Ilmu Grafologi
Sekarang ini banyak area dalam hidup di mana grafologi dianggap sangat berguna. Menilai tulisan tangan sangatlah membantu dalam banyak bidang, contohnya dalam bidang pendidikan, kita dapat mengetahui bakat dan minat seseorang, pelaku kekerasan disekolah, dan dapat pula digunakan untuk konseling atau BK.
Grafologi juga digunakan di bidang kriminalitas, forensik, dan konseling. Analisis tulisan tangan sangat penting dalam menentukan apa ada dokumen yang dipalsukan, karena masih tetap bergantung pada fakta bahwa tiap orang menulis dengan cara yang berbeda dan variasi sekecil apapun bisa diketahui. Grafologi juga bisa digunakan para ahli untuk mendiagnosis penyakit mental, dan bisa digunakan oleh polisi untuk mendapatkan gambaran tentang kesehatan mental dari tersangka.
Kegunaan lain dari membaca karakter seseorang melalui tulisannya adalah membantu mengetahui karakter baik dan buruk seseorang. Jika telah mengetahui berbagai karakter dalam dirinya, seseorang dapat lebih mengembangkan karakter yang baik, dan memperbaiki kelemahannya. Grafology juga dapat membantu berbagai perusahaan untuk merekrut karyawan yang tepat. Bahkan, tidak jarang juga membaca tulisan seseorang digunakan untuk mencari jodoh
Menurut Achsinfina (2008), kegunaan hasil analisis grafologi dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
1. Rekrutmen pegawai baru pada sebuah perusahaan
2. Tes keperibadian
3. Pembentukan tim dan hubungan dalam manajemen sebuah organisasi
4. Konsultasi untuk anak-anak dan orang dewasa
5. Bimbingan mengenai pekerjaaan yang cocok dengan keperibadian
6. Penilaian mengenai kemungkinan penipuan dan resiko yang akan diterima
7. Kesesuaian antar rekan kerja
8. Memahami diri dengan baik
9. Memilih pasangan hidup atau rekan kerja
C. Analisa Grafologi
Ada dua metode untuk menilai karakter dan kepribadian lewat ilmu ini, yaitu teknik Jerman dan teknik Perancis. Metode Jerman dengan cara melihat secara keseluruhan tulisan seseorang. Sedangkan pada teknik Perancis cenderung menganalisa per huruf lalu digabungkan. Seorang pemula biasanya mempelajari teknik Perancis terlebih dahulu. Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%.
Menurut Triyono (2008), beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang yakni:
1. Arah kemiringan huruf
Miring ke kanan; Orang dengan tulisan seperti ini biasanya memiliki karakter yang impulsif emosional aktif suka bergaul ramah menyukai tantangan lebih terbuka (ekstrovert) dan ekspresif. Miring ke kiri; Jenis tulisan seperti ini biasanya penulisnya bersikap menutup diri (introvert), lebih protektif selalu berpikir logis dan mencerminkan sifat seseoarang yang lebih menarik diri. Tegak lurus; Orang yang memiliki tulisan tegak lurus mencerminkan seseorang yang bisa mengontrol diri dan emosi sedang. Ke segala arah dalam satu kalimat menggambarkan karakter yang tidak konsisten. Ke segala arah dalam satu kata menunjukkan ada masalah dengan kepribadiannya
2. Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar; Orang dengan tulisan seperti ini biasanya memiliki karakter alami, easygoing. Bersudut tajam; Jenis tulisan seperti ini biasanya penulisnya bersikap agresif, to the point dan energi kuat. Bujursangkar; Tulisan seperti ini menggambarkan karakter seseorang yang realistis, praktek berdasar pengalaman. Coretan tak beraturan menunjukkna karakter artistik, tidak punya standar.
3. Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya, menunjukkan sikap social yang tinggi, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak. Sebagian bersambung sebagian lepas menggambarkan karakter pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial). Lepas seluruhnya menunjukkan seseorang yang berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama.
4. Spasi antar kata
Berjarak tegas, tulisan semacam ini menunjukkan seseorang yang suka berbicara dan juga kemungkinan orang yang selalu sibuk. Rapat, seolah tidak berjarak menunjukkan karakter tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak.
5. Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh menggambarkan seseorang yang terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial. Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya mengambarkan karakter boros, suka bicara. Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ merupakan contoh organisator yang baik.
6. Interpretasi huruf ‘t’
a. Letak palang (-) pada kail ‘t’
Cenderung ke kiri menggambarkan pribadi waspada, tidak mudah percaya. Tepat di tengah menunjukkan pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab. Cenderung ke kanan memberi gambaran pribadi handal, teliti, mampu memimpin.
b. Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
c. Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
Rendah menunjukkan setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas). Tinggi menunjukkan setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan. Di atas kail menunjukkan setting target lebih tinggi dibanding kemampuan.
7. Arah tulisan pada kertas
Tulisan naik atau menanjak menunjukkan pribadi yang energik, optimis, tegas. Tulisan yang tetap atau lurus menggambarkan pribadi yang perfeksionis, sulit bergaul. Sedangkan tulisan yang turun menggambarkan pribadi seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri.
8. Tekanan saat menulis
Orang yang tulisannya tebal hingga menimbulkan bekas coretan dibalik kertas biasanya mereka memiliki emosional yang tinggi. Terlalu mendalami perasaan mereka baik itu bahagia atau sakit hati. Mereka menyerap segala suatu seperti spon. Biasanya mereka juga memiliki selera yang tinggi. Tegas dan memiliki keinginan yang kuat bahkan cenderung memaksakan orang lain untuk menuruti kemauan meraka. Makanya tak jarang orang yang memiliki tekanan tulisan seperti ini biasanya kaku susah menyesuaikan diri dalam pergaulan. Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya.
Tekanan yang ringan, tulisan yang memiliki tekanan halus mencerminkan kepribadian yang tenang dan santai. Mereka lebih bertoleransi pengertian, sulit mengambil keputusan dan biasanya mudah terpengaruh
9. Ukuran huruf
Orang yang menulis dengan ukuran tulisan yang besar biasanya cenderung suka diperhatikan selalu ingin tampil didepan dan ingin didengarkan.sedangkan, orang yang menulis dengan ukuran kecil biasanya lebih memperhatikan detail introspektif cenderung lebih pendiam dan mandiri. Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.
10. Sedikit tentang huruf “O”
Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”. Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan
Setiap orang pasti memiliki karakter sendiri yang membedakannya dari orang lain. Pada dasarnya, karakter manusia dapat dibaca melalui berbagai hal. Tatapan, tanda tangan, dan tulisan tangan, merupakan contoh perantara membaca karakter manusia. Melalui tulisan tangan, karakter, sifat, dan berbagai ciri dari seseorang dapat diketahui. Setiap tulisan yang di buat oleh seseorang mencerminkan kepribadian orang tersebut. Karakter baik dan buruk, dapat dibaca oleh ahlinya berdasarkan tulisan tangan seseorang. Hal ini disebabkan tulisan tangan berasal dari otak manusia. Tulisan tangan terbentuk dari rangsangan kecil dari otak sehingga sering sekali para ahli grafologis menyebut tulisan tangan adalah “tulisan otak.”
Saat kita menulis sebenarnya tangan kita hanya sebagai alat untuk memegang pena. Gaya tulisan kita itu berasal dari pikiran bawah sadar kita. maka bisa dikatakan bahwa tulisan bisa mengungkapkan berbagai perasaan emosi si penulisnya. Menurut Sri William Flerseher, tulisan tangan mencerminkan keperibadian, seperti sidik jari membuka kepribadian seseorang. Tentu saja untuk mengetahuinya tidak mudah, ada ilmu khusus untuk membaca rahasia dibalik tulisan tangan yang dikenal dengan graphology. Grafologi berasal dari kata (graf=goresan; logos=ilmu). Grafologi dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari karakter seseorang dengan cara menganalisa tulisan tangannya. Grafologi merupakan sebuah ilmu yang empirik, karena ilmu ini dibuktikan berdasarkan fenomena dalam satu populasi dan ada kuantifikasi hasil atau ada hasil dari uji statistik yang bisa dipertanggungjawabkan. Kegunaan grafologi bisa kita lihat sejak 6000 tahun yang lalu, di masa Cina kuno. Pengetahuan mereka berpindah ke orang Yunani dan Romawi, dan Kaisar Nero menggunakannya untuk menentukan orang yang bisa ia percaya (Alim, 2010).
Buku pertama yang muncul tentang tulisan tangan ditulis oleh orang Italia, Camillo Baldi pada tahun 1622. Namun, kata ‘grafologi’ sesungguhnya diungkapkan oleh Jean Michon, orang Perancis, pada abad ke-19. Kata tersebut datang dari bahasa Yunani ‘graphí’ yang berarti menulis, dan ‘ology’ yang berarti ilmu. Grafologi dipelajari di Klinik Psikologi Harvard tahun 1930 oleh Gordon Allport, dan pada tahun 1955 Klara Roman dan George Staemphli mengembangkan faktor-faktor penting untuk menilai karakter dari tulisan tangan. Di banyak universitas Eropa, grafologi adalah bagian dari kurikulum untuk jurusan grafologi (Manza, 2010).
B. Pemanfaatan Ilmu Grafologi
Sekarang ini banyak area dalam hidup di mana grafologi dianggap sangat berguna. Menilai tulisan tangan sangatlah membantu dalam banyak bidang, contohnya dalam bidang pendidikan, kita dapat mengetahui bakat dan minat seseorang, pelaku kekerasan disekolah, dan dapat pula digunakan untuk konseling atau BK.
Grafologi juga digunakan di bidang kriminalitas, forensik, dan konseling. Analisis tulisan tangan sangat penting dalam menentukan apa ada dokumen yang dipalsukan, karena masih tetap bergantung pada fakta bahwa tiap orang menulis dengan cara yang berbeda dan variasi sekecil apapun bisa diketahui. Grafologi juga bisa digunakan para ahli untuk mendiagnosis penyakit mental, dan bisa digunakan oleh polisi untuk mendapatkan gambaran tentang kesehatan mental dari tersangka.
Kegunaan lain dari membaca karakter seseorang melalui tulisannya adalah membantu mengetahui karakter baik dan buruk seseorang. Jika telah mengetahui berbagai karakter dalam dirinya, seseorang dapat lebih mengembangkan karakter yang baik, dan memperbaiki kelemahannya. Grafology juga dapat membantu berbagai perusahaan untuk merekrut karyawan yang tepat. Bahkan, tidak jarang juga membaca tulisan seseorang digunakan untuk mencari jodoh
Menurut Achsinfina (2008), kegunaan hasil analisis grafologi dalam kehidupan sehari-hari adalah sebagai berikut:
1. Rekrutmen pegawai baru pada sebuah perusahaan
2. Tes keperibadian
3. Pembentukan tim dan hubungan dalam manajemen sebuah organisasi
4. Konsultasi untuk anak-anak dan orang dewasa
5. Bimbingan mengenai pekerjaaan yang cocok dengan keperibadian
6. Penilaian mengenai kemungkinan penipuan dan resiko yang akan diterima
7. Kesesuaian antar rekan kerja
8. Memahami diri dengan baik
9. Memilih pasangan hidup atau rekan kerja
C. Analisa Grafologi
Ada dua metode untuk menilai karakter dan kepribadian lewat ilmu ini, yaitu teknik Jerman dan teknik Perancis. Metode Jerman dengan cara melihat secara keseluruhan tulisan seseorang. Sedangkan pada teknik Perancis cenderung menganalisa per huruf lalu digabungkan. Seorang pemula biasanya mempelajari teknik Perancis terlebih dahulu. Menurut riset, keakuratan analisa grafologi mencapai 80-90%.
Menurut Triyono (2008), beberapa sifat yang bisa dilihat lewat tulisan seseorang yakni:
1. Arah kemiringan huruf
Miring ke kanan; Orang dengan tulisan seperti ini biasanya memiliki karakter yang impulsif emosional aktif suka bergaul ramah menyukai tantangan lebih terbuka (ekstrovert) dan ekspresif. Miring ke kiri; Jenis tulisan seperti ini biasanya penulisnya bersikap menutup diri (introvert), lebih protektif selalu berpikir logis dan mencerminkan sifat seseoarang yang lebih menarik diri. Tegak lurus; Orang yang memiliki tulisan tegak lurus mencerminkan seseorang yang bisa mengontrol diri dan emosi sedang. Ke segala arah dalam satu kalimat menggambarkan karakter yang tidak konsisten. Ke segala arah dalam satu kata menunjukkan ada masalah dengan kepribadiannya
2. Bentuk umum huruf-huruf
Bulat atau melingkar; Orang dengan tulisan seperti ini biasanya memiliki karakter alami, easygoing. Bersudut tajam; Jenis tulisan seperti ini biasanya penulisnya bersikap agresif, to the point dan energi kuat. Bujursangkar; Tulisan seperti ini menggambarkan karakter seseorang yang realistis, praktek berdasar pengalaman. Coretan tak beraturan menunjukkna karakter artistik, tidak punya standar.
3. Huruf-huruf bersambung atau tidak
Bersambung seluruhnya, menunjukkan sikap social yang tinggi, suka bicara dan bertemu dengan orang banyak. Sebagian bersambung sebagian lepas menggambarkan karakter pemalu, idealis yang agak sulit membina hubungan (terlebih hubungan spesial). Lepas seluruhnya menunjukkan seseorang yang berpikir sebelum bertindak, cerdas, seksama.
4. Spasi antar kata
Berjarak tegas, tulisan semacam ini menunjukkan seseorang yang suka berbicara dan juga kemungkinan orang yang selalu sibuk. Rapat, seolah tidak berjarak menunjukkan karakter tidak sabaran, percaya diri dan cepat bertindak.
5. Jarak vertikal antar baris tulisan
Sangat jauh menggambarkan seseorang yang terisolasi, menutup diri, bahkan mungkin anti sosial. Cukup berjarak sehingga huruf di baris atas tidak bersentuhan dengan baris di bawahnya mengambarkan karakter boros, suka bicara. Berjarak rapat sehingga ujung bawah huruf ‘y’, ‘g’, menyentuh ujung atas huruf ‘h’, ‘t’ merupakan contoh organisator yang baik.
6. Interpretasi huruf ‘t’
a. Letak palang (-) pada kail ‘t’
Cenderung ke kiri menggambarkan pribadi waspada, tidak mudah percaya. Tepat di tengah menunjukkan pribadi yang kurang orisinil tapi sangat bertanggung jawab. Cenderung ke kanan memberi gambaran pribadi handal, teliti, mampu memimpin.
b. Panjang kail ‘t’ menunjukkan kemampuan potensial untuk mencapai target.
c. Tinggi-rendah palang (-) pada kail ‘t’
Rendah menunjukkan setting target lebih rendah dari kemampuan sebenarnya (kurang percaya diri atau pemalas). Tinggi menunjukkan setting target tinggi tapi juga diimbangi oleh kemampuan. Di atas kail menunjukkan setting target lebih tinggi dibanding kemampuan.
7. Arah tulisan pada kertas
Tulisan naik atau menanjak menunjukkan pribadi yang energik, optimis, tegas. Tulisan yang tetap atau lurus menggambarkan pribadi yang perfeksionis, sulit bergaul. Sedangkan tulisan yang turun menggambarkan pribadi seorang yang tertekan atau lelah, kemungkinan menutup diri.
8. Tekanan saat menulis
Orang yang tulisannya tebal hingga menimbulkan bekas coretan dibalik kertas biasanya mereka memiliki emosional yang tinggi. Terlalu mendalami perasaan mereka baik itu bahagia atau sakit hati. Mereka menyerap segala suatu seperti spon. Biasanya mereka juga memiliki selera yang tinggi. Tegas dan memiliki keinginan yang kuat bahkan cenderung memaksakan orang lain untuk menuruti kemauan meraka. Makanya tak jarang orang yang memiliki tekanan tulisan seperti ini biasanya kaku susah menyesuaikan diri dalam pergaulan. Makin kuat tekanan, makin besar intensitas emosional penulisnya.
Tekanan yang ringan, tulisan yang memiliki tekanan halus mencerminkan kepribadian yang tenang dan santai. Mereka lebih bertoleransi pengertian, sulit mengambil keputusan dan biasanya mudah terpengaruh
9. Ukuran huruf
Orang yang menulis dengan ukuran tulisan yang besar biasanya cenderung suka diperhatikan selalu ingin tampil didepan dan ingin didengarkan.sedangkan, orang yang menulis dengan ukuran kecil biasanya lebih memperhatikan detail introspektif cenderung lebih pendiam dan mandiri. Makin kecil huruf yang ditulis, maka makin besar tingkat konsenterasi si penulis, begitu pula sebaliknya.
10. Sedikit tentang huruf “O”
Adanya rahasia ditunjukkan oleh lingkaran kecil pada huruf “O”. Kebohongan ditunjukkan oleh lingkaran huruf “O” yang mengarah ke kanan
BUKU TAMU
Animasi
Powered by www.tvone.co.id
(Double click pada layar TV untuk fullscreen, klik stop untuk berhenti)
jadwal acara dan situs resmi TV ONE www.tvone.co.id
(Double click pada layar TV untuk fullscreen, klik stop untuk berhenti)
jadwal acara dan situs resmi TV ONE www.tvone.co.id
